17 April
Seorang lelaki yang mengahwini ibu kita . Hasil perkahwinan mereka , maka jadilah kita . Ya , itulah AYAH .Ayah , hari demi hari , semakin jauh jarak kita . Semakin aku mngenal erti hidup , semakin aku lupa siapa ayah pada diri aku . Ya , aku tak menafikannya . Kadang-kadang apabila sibuk mengejar erti kehidupan , aku lupa siapa diri aku yang sebenarnya . Ya , akulah si yatim itu . Gelaran yang diberi apabila ayah pergi meninggalkan kami adik beradik . Mencari nafas baru yang mula berhenti pada tarikh keramat itu . Baru aku sedar 20 tahun rupanya aku kehilangan separuh hati aku , tongkat semangat aku , dan bahu tempat aku menampung badan ini .
Terbuka satu persatu kepingan memori bersama ayah selama 12 tahun itu . Ya , 12 tahun aku mendapat kesempatan itu . 12 tahun aku menjadi kanak-kanak biasa macam orang lain . 12 tahun aku mengecapi saat bahagia itu dan hanya 12 tahun hati kecil ini menggelar dirinya 'ayah' . Sedih , pilu menguasai diri bila adik2 yang masih kecil tidak mampu mengecapi kebahagiaan yang aku dan kakak kecapi dulu . Apalah kanak2 seusia mereka tahu perihal kematian . Aku yang baru kenal erti hidup , erti mati , mati akal dengan apa yang jadi . Al-quran yang aku baca kuyup dengan air mata sedih dan berbaur sayu . Ayat2 Alquran mendayu2 berselangkan tangisan . Tercungap-cungap . Terlalu pedih . Terlalu perit . Hanya Tuhan yang tahu .
Emak, tak tahulah bagaimana hati seorang isteri yang telah lama hidup bersama . Telah lama menyulam cinta .Bersama membina istana untuk 3 puteri dan seorang putera mereka ini . 15 tahun mereka harungi pahit manis hidup . Berkecai separuh hati mak . Tongkat kehidupan sudah hilang . Lemah longlai . Hanya kata2 'sabar ye yah' menguatkan hati yang lemah itu . Aku nampak kesedihan dekat mata mak . Ditelan perlahan-lahan saat perit itu . Walaupun pahit ditelan jua. Peneman hidupnya pergi meninggalkannya sendirian di situ .
Kami si yatim itu , dan mak si balu . Gelaran yang ditinggalkan ayah . Kini hanya emak tempat kami bergantung . Meneruskan kehidupan tanpa seorang ayah .
20 tahun kini , tarikh 17 APRIL muncul lagi . Mengingati aku pada si pemilik darah yang mengalir ini . Sudah 8 tahun arwah ayah pergi . Seakan semalam tangan ini lembut mendakap tangan ayah . Kini , dirimu sudah ada pengganti . Senyuman yang menawan , yang menjadi santapan ayah dulu kini muncul kembali . Emak sudah mencari syurganya yang baru . Bertemankan si kerdil menghiasi hari2 indah mak , azim . Kami menumpang kebahagiaan itu bersama pengganti ayah . Jauh di sudut hati ini , sangat merinduimu ayah . Semoga ayah berada di kalangan orang yang beriman dan sentiasa dilimpahi rahmah olehNYA .
ALFATIHAH .
sila tekan sini -------------------------------------> ayah
Labels: akuajanamka, anak, ayah, CINTA, ibu, kekasih hati, sabrek, saya sayang ayah, tentang ayah
Tuesday, April 17, 2012 @ 4:22 PM / 0 daisies
Please view with Google Chrome in a screen resolution of 1280 x 800.
Picture from: Tumblr All rights reserved 2011 - Infinite.








